The Newsroom AI Catalyst: a global program with WAN-IFRA

Catatan Editor: Berita ini awalnya dibagikan oleh WAN-IFRA dan dapat dibaca di sini(mbukak ing jendhela anyar).
WAN-IFRA, World Association of News Publishers, hari ini mengumumkan peluncuran program akselerator berskala luas untuk lebih dari 100 penerbit berita dalam kemitraan dengan OpenAI. The Newsroom AI Catalyst adalah program akselerator yang dirancang untuk membantu ruang redaksi mempercepat adopsi dan implementasi AI guna menghadirkan efisiensi dan menciptakan konten berkualitas.
Era AI, khususnya AI generatif, menghadirkan peluang besar bagi ruang redaksi dan penerbit: AI dapat membantu membuat dan meningkatkan konten atau membantu melakukan analisis informasi dan data yang lebih mendalam. AI juga dapat meningkatkan pengalaman pengguna di situs berita. Ruang redaksi juga menggunakan AI untuk menemukan format baru dalam menyampaikan informasi. Namun, pada saat yang sama, ada tantangan baru bagi jurnalis, penerbit, dan masyarakat, seperti potensi peningkatan serta penyebaran misinformasi dan isu seputar privasi, hak cipta, bias, dan lainnya. Program akselerator The Newsroom AI Catalyst akan membantu 128 ruang redaksi di Eropa, Asia Pasifik, Amerika Latin, dan Asia Selatan. Program intensif ini menggabungkan panduan ahli dengan pengalaman langsung, membekali para pemangku kepentingan di ruang redaksi dengan pengetahuan dan alat yang dibutuhkan untuk mendorong inisiatif AI yang strategis. OpenAI, perusahaan riset dan penerapan AI di balik ChatGPT, mendanai dan memberikan bantuan teknis untuk inisiatif ini.
“Perusahaan berita di seluruh dunia menghadapi tekanan akibat menurunnya pendapatan dari iklan dan langganan media cetak. Kesulitan yang dihadapi media berita membuat komunitas kehilangan akses ke landasan fakta bersama dan nilai-nilai bersama, serta menempatkan demokrasi itu sendiri dalam risiko. Teknologi AI berpotensi memberi pengaruh positif terhadap keberlanjutan organisasi berita,” kata Vincent Peyregne, CEO WAN-IFRA. “Saya senang dengan dukungan OpenAI untuk membantu ruang redaksi melalui adopsi teknologi AI agar dapat menyediakan jurnalisme berkualitas tinggi yang menjadi landasan bisnis berita,” tambahnya.
“Di OpenAI, kami berkomitmen memanfaatkan kekuatan transformatif AI untuk memperluas peluang secara luas. Program ini dirancang untuk mempercepat kemampuan 128 ruang redaksi di Eropa, Asia, dan Amerika Latin bekerja sama dengan WAN-IFRA,” kata Tom Rubin, Chief of Intellectual Property and Content di OpenAI. “Kami antusias berkolaborasi dengan WAN-IFRA dan penerbit berita di seluruh dunia untuk menumbuhkan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan yang mendukung jurnalisme berkualitas.”
Program akselerator berdurasi tiga bulan untuk tiap tim ini mencakup modul pembelajaran, lokakarya praktik, mini hackathon, dan sesi pamer hasil. Program akan dimulai dengan lokakarya tatap muka agar peserta dan pelatih saling mengenal dan memulai proyek pembuatan prototipe AI. Peserta akan menyelesaikan program ini dengan gagasan yang jelas serta rencana tentang cara menerapkan AI di ruang redaksi mereka.
Detail lebih lanjut tentang program, kurikulum, linimasa, kelayakan, dan proses pendaftaran akan segera tersedia di www.wan-ifra.org.