OpenAI memperluas dukungan jurnalisme dari ruang kelas hingga ruang redaksi
OpenAI meluncurkan inisiatif besar dengan beragam cakupan untuk mendukung ekosistem jurnalisme melalui alat, pelatihan, kemitraan, pembelajaran bersama, dan dukungan praktis bagi mahasiswa, pendidik, jurnalis, serta organisasi berita.
Inisiatif ini dimulai bersama generasi reporter berikutnya di Newmark J-School, CUNY, dan Medill School, Northwestern University.
Untuk tahun akademik baru 2026–2027, OpenAI bekerja sama erat dengan Tow-Knight Center for Journalism Futures di Newmark J-School dan Knight Lab milik Medill, dua lembaga terkemuka di bidang jurnalisme dan teknologi di AS, serta menyediakan lebih dari 400 langganan ChatGPT Edu1 bagi mahasiswa pascasarjana dan staf pengajar di kedua sekolah tersebut yang berminat.
Mahasiswa jurnalisme yang mulai berkuliah tahun ini tengah mempersiapkan diri untuk memasuki salah satu masa paling dinamis sekaligus sulit dalam sejarah industri berita. AI membantu reporter, editor, dan tim bisnis menganalisis catatan publik lebih cepat, menerjemahkan berita untuk menjangkau audiens yang lebih luas, menemukan pola dalam kumpulan data besar, menelusuri arsip, meningkatkan pengalaman pembaca, mendukung pemasaran, membuat produk baru, serta mencurahkan lebih banyak waktu untuk pekerjaan terpenting: peliputan, verifikasi, penyampaian cerita, penguatan bisnis, dan pelayanan masyarakat.
Bagi sekolah jurnalisme, hal ini membuka peluang penting. Saat lulus, mahasiswa tidak hanya perlu memahami bagaimana AI mengubah profesi ini, tetapi juga harus mengetahui cara menggunakannya secara cermat, kreatif, etis, dan bertanggung jawab untuk memperkuat karya jurnalistik maupun bisnis jurnalisme mereka. Melalui kolaborasi ini, OpenAI bersama komunitas Newmark dan Medill akan berupaya mewujudkan tujuan tersebut.
“AI generatif adalah teknologi transformatif yang akan membentuk ulang lanskap informasi. Industri jurnalisme perlu beradaptasi dan turut membentuknya agar dapat memenuhi misi kita untuk memberikan informasi kepada publik. Kami ingin komunitas Newmark berada di garis depan transformasi ini. Karena itu, sangat penting bagi mereka untuk mempelajari dan mendalami teknologi ini. Kami sangat berterima kasih kepada OpenAI karena telah menyediakan berbagai alat bagi mahasiswa dan staf pengajar kami agar mereka dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk masa depan ini.”
—Gina Chua, Direktur Eksekutif Tow-Knight Center.
“Industri media berkembang pesat, dan AI merupakan pendorong utama perubahan ini. Knight Lab berkomitmen memastikan setiap mahasiswa pascasarjana Medill yang ingin menggunakan alat dan teknik AI terbaru dapat melakukannya tanpa terkendala biaya. Menjamin kesetaraan akses sangat penting saat mengadopsi teknologi baru. Knight Lab telah berkarya di persimpangan antara media dan AI selama lebih dari satu dekade. Dukungan dari OpenAI ini membantu kami terus mengeksplorasi masa depan media dan teknologi, sekaligus memungkinkan staf pengajar mengajarkan dan mempraktikkan jurnalisme dengan berbagai cara baru.”
—Jeremy Gilbert, Profesor Medill dan Knight Chair bidang Strategi Media Digital.
“Selama tiga tahun terakhir, OpenAI telah bermitra erat dengan para pemimpin di seluruh industri berita untuk membantu jurnalis berpengalaman maupun calon jurnalis memanfaatkan AI secara optimal, dengan tetap mengutamakan keahlian manusia. Kami antusias melihat pencapaian generasi reporter dan editor berikutnya dengan AI saat mereka meneruskan tradisi luhur jurnalisme dalam melayani masyarakat melalui pekerjaan penting mereka. OpenAI memperluas komitmen jangka panjang kami terhadap jurnalisme sekaligus melanjutkan misi kami dengan memberikan akses teknologi kepada mahasiswa dan staf pengajar di Newmark J-School, CUNY, serta Medill School of Journalism, Northwestern; berbagi keberhasilan dan tantangan; dan berdialog secara mendalam tentang cara memperkuat masa depan jurnalisme.”
—Tom Rubin, Kepala Kekayaan Intelektual dan Konten di OpenAI
Tow-Knight Center di Newmark J-School dan Knight Lab di Medill merupakan mitra pertama dalam fase terbaru komitmen OpenAI terhadap jurnalisme. Upaya tambahan untuk memperluas dukungan di seluruh ekosistem pendidikan jurnalisme juga telah berjalan.
AI dapat membantu mahasiswa jurnalisme menghasilkan karya yang lebih ambisius. AI dapat mendukung investigasi yang lebih mendalam, analisis lebih cepat, curah gagasan yang lebih kuat, format penyampaian cerita baru, dan pertanyaan yang lebih tajam.
Namun, akses ke teknologi saja tidak cukup. Mahasiswa membutuhkan kesempatan untuk bereksperimen, mengembangkan alur kerja yang bertanggung jawab, memahami keterbatasan AI, dan mempelajari kapan pertimbangan manusia paling dibutuhkan.
Melalui program ini, Tow-Knight Center dan Knight Lab akan membantu mahasiswa Newmark J-School dan Medill mempelajari cara AI mendukung pekerjaan mereka dengan tetap mempertahankan peran penting reporter, editor, produser, dan pemimpin ruang redaksi.
Inisiatif baru ini melanjutkan dukungan OpenAI selama bertahun-tahun terhadap ekosistem jurnalisme yang masih berlangsung hingga kini, termasuk:
Melalui kemitraan yang diperbarui dengan American Journalism Project, lebih dari 50 organisasi berita dalam portofolionya akan memperoleh kesempatan untuk mengakses ChatGPT Enterprise dan kredit API. Product & AI Studio milik AJP akan mengubah kasus penggunaan terbaik menjadi alat dan infrastruktur yang dapat digunakan kembali, serta membagikan panduan dan pembelajaran ke seluruh portofolio dan komunitas berita nirlaba maupun lokal yang lebih luas.
Dukungan berkelanjutan OpenAI untuk program AI Collaborative and Fellowship milik Lenfest Institute for Journalism, yang menyediakan dana bagi organisasi berita lokal besar untuk merekrut peserta fellowship rekayasa AI yang berfokus membangun, memperluas, dan membagikan proyek guna memperkuat jurnalisme serta bisnis berita. Proyek-proyek tersebut berfokus pada peliputan data publik, mempermudah staf mengakses arsip berita, mengembangkan produk baru yang memperluas jangkauan audiens, serta meningkatkan pendapatan dari iklan, langganan, dan keanggotaan.
Kemitraan berkelanjutan dengan WAN-IFRA, yang diluncurkan pada 2024. Melalui kemitraan ini, OpenAI telah mendukung beberapa tahap program akselerator Newsroom AI Catalyst yang telah melayani lebih dari 165 ruang redaksi di Eropa, Asia Pasifik, Asia Selatan, Amerika Latin, serta Australia dan Selandia Baru. Program ini menawarkan pelatihan praktis, bantuan teknis, pengembangan strategi, dan kredit API OpenAI.
Kolaborasi berkelanjutan OpenAI dengan INMA untuk membantu organisasi berita internasional memahami dan membentuk peran AI dalam jurnalisme maupun bisnis berita. Kemitraan ini telah mendukung diskusi khusus tingkat regional bersama para pemimpin industri dari Eropa, Amerika Latin, dan Asia Pasifik, serta webinar dan pemberian kredit API OpenAI untuk pengembangan langsung.
Program baru Tow-Knight Center dan Knight Lab di Newmark J-School dan Medill melanjutkan berbagai upaya tersebut sekaligus memperluasnya ke tahap yang lebih awal: membantu calon jurnalis membangun keterampilan, pemahaman, dan kepercayaan diri yang mereka perlukan sebelum memasuki ruang redaksi
Pemberdayaan mahasiswa dan staf pengajar Newmark J-School serta Medill merupakan langkah terbaru OpenAI dalam memperluas kolaborasinya yang luas dan beragam dengan para pemimpin industri berita. Fase-fase tambahan tengah dikembangkan secara aktif untuk memperluas alat, pelatihan, kemitraan, pembelajaran bersama, dan dukungan praktis di seluruh industri jurnalisme. Upaya ini melanjutkan dukungan awal OpenAI terhadap jurnalisme dan pendidikan. Pada 2023, OpenAI memberikan hibah untuk membantu meluncurkan Ethics and Journalism Initiative di Arthur L. Carter Journalism Institute, NYU, yang antara lain meneliti AI dan jurnalisme.
Upaya ini melanjutkan dialog dan kolaborasi di seluruh industri. Tahun ini saja, misalnya, OpenAI telah mengadakan pertemuan dengan para jurnalis dan memberikan pelatihan dalam konferensi National Association of Black Journalists, National Association of Hispanic Journalists, Asian American Journalists Association, dan NLGJA: The Association of LGBTQ+ Journalists. Pertemuan tersebut menghimpun reporter, editor, produser, mahasiswa, pendidik, pemimpin ruang redaksi, dan pengusaha media dari berbagai komunitas yang sejak lama turut membentuk cara jurnalisme melayani beragam audiens.
Dalam berbagai konferensi tersebut, OpenAI mendengarkan kebutuhan jurnalis, membagikan contoh langsung, dan membantu reporter mengeksplorasi cara praktis menggunakan AI dalam pekerjaan sehari-hari. Interaksi tersebut juga menjadi masukan bagi pengembangan berkelanjutan OpenAI Academy untuk Organisasi Berita(terbuka di jendela baru), sebuah pusat pembelajaran yang menyediakan pelatihan praktis, kasus penggunaan yang relevan bagi ruang redaksi, panduan, dan contoh nyata bagi jurnalis serta penerbit yang menggunakan AI.
Secara keseluruhan, kolaborasi pendidikan, kemitraan profesional, dan konferensi industri ini membantu membentuk fase berikutnya dari upaya OpenAI di bidang jurnalisme—memastikan penerapan dan penggunaan AI berlandaskan kebutuhan serta pengalaman nyata orang-orang yang membangun masa depan berita.


