OpenAI

29 Oktober 2026

Cara Ropes & Gray mengembangkan AI untuk uji tuntas transaksi

Firma hukum Ropes & Gray mengembangkan alat AI untuk uji tuntas transaksi melalui kemitraan dengan OpenAI.

Logo teks Ropes & Gray berwarna putih di tengah kain linen sampul buku berwarna biru dongker tua dengan lipatan jilid yang melengkung lembut.
Ukuran perusahaan: Enterprise
Wilayah: Amerika Utara
Industri: Layanan
Produk: ChatGPT
Memuat…

Dalam uji tuntas transaksi, pengacara perlu menelaah banyak dokumen dengan tenggat waktu yang ketat. Ropes & Gray termasuk pelopor penggunaan AI di industri hukum. Kini, bersama OpenAI, firma ini mengembangkan alat AI milik sendiri untuk menghadirkan keahlian yang lebih luas bagi lebih banyak klien.

“AI benar-benar merupakan salah satu cara utama—jika bukan satu-satunya—untuk memastikan Anda tetap dapat menjaga kualitas dan konsistensi saran sambil bekerja lebih cepat.”
—Josh Lichtenstein, Partner dan Kepala Praktik Fidusia ERISA, Ropes & Gray

Mengembangkan penelaahan awal untuk uji tuntas kontrak komersial

Sebelum menyelesaikan akuisisi, pembeli harus melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memverifikasi klaim penjual terkait keuangan dan hukum. Proses uji tuntas transaksi ini mengungkap risiko dan kewajiban, serta memerlukan riset dengan banyak data yang biasanya melibatkan satu tim pengacara secara penuh.

Mulai dari menelusuri dokumen dalam jumlah besar hingga menganalisis pola, penyusunan penawaran dalam waktu singkat bisa membutuhkan kerja intensif selama berhari-hari. Agar para pengacaranya dapat membantu klien bergerak lebih cepat, Ropes & Gray mengembangkan alat AI untuk uji tuntas transaksi bersama OpenAI.

“Alat ini memungkinkan semua pengacara di firma kami benar-benar berfokus pada pekerjaan inti kami,” ujar Howard Glazer, Partner dan Kepala AI untuk Praktik Hukum di Ropes & Gray. “Klien tidak membayar kami untuk menelaah kontrak. Mereka membayar kami untuk memberikan pertimbangan berdasarkan isi kontrak tersebut.”

Alat AI uji tuntas yang baru ini melakukan penelaahan awal dengan menyisir ribuan halaman, mengidentifikasi dokumen yang relevan, dan secara otomatis mengelompokkannya berdasarkan tema dan permasalahan. Selain melakukan riset, alat ini menghasilkan ringkasan dan laporan lengkap dalam format khas Ropes & Gray. Alat ini menginventarisasi dan mengategorikan isi ruang data agar dapat menelaah hubungan antarpihak secara utuh, bukan sekadar dokumen secara terpisah. Tentu saja, pengacara dapat memeriksa pengelompokan dan kategorisasi tersebut untuk memastikan tidak ada yang terlewat.

Pengembangan awal difokuskan pada kontrak komersial yang bersifat material. Dalam sesi kerja, para pengacara Ropes & Gray membandingkan hasil pengujian dengan laporan uji tuntas yang disusun manusia untuk transaksi yang telah selesai. Mereka kemudian menyempurnakan rubrik penilaian dan format laporan berdasarkan bagian draf yang sudah tepat maupun yang masih kurang.

Ropes & Gray merancang alat ini dengan kueri dan kerangka kerja yang konsisten, yang meniru persis langkah-langkah tim mereka, mulai dari penelaahan awal, penyusunan ringkasan, hingga penelaahan tingkat lanjut. Dengan hasil yang setara dengan pekerjaan pengacara associate tingkat junior hingga menengah yang cakap, alat ini memberikan hasil kerja berkualitas tinggi secara konsisten sebagai tahap awal dalam proses tersebut.

“Pengacara kami tetap perlu menelaah semuanya,” ujar Lichtenstein. “Sebab, apa pun yang kami serahkan kepada klien harus bisa kami pertanggungjawabkan 100%. Itulah sebabnya alat ini dirancang agar pengacara dapat dengan mudah menelaah ringkasan sementara dan dokumen aslinya.” Dengan penelaahan awal yang sudah ditangani, pengacara punya lebih banyak waktu untuk menelaah dan menyempurnakan hasil kerja, sehingga pertimbangan akhir dapat dirumuskan dengan lebih cermat.

Menerapkan AI pada transaksi yang kompleks

Ropes & Gray telah menyampaikan kepada publik ambisinya agar alat ini dapat menghasilkan laporan uji tuntas yang terperinci untuk setiap permasalahan dalam hitungan jam, bukan minggu.

Dengan alat seperti alat uji tuntas milik sendiri dan GPT‑6 Astra, Ropes & Gray mampu menyelesaikan masalah klien jauh lebih cepat daripada sebelumnya.

Sekilas hasil

  • Alat ini menginventarisasi dan mengategorikan isi ruang data, serta mengelompokkan dokumen terkait berdasarkan tema dan permasalahan.

  • Alur kerja ini menghasilkan ringkasan dan laporan dalam format Ropes & Gray.

  • Pengacara menelaah ringkasan sementara dan dokumen sumber sebelum menyerahkan hasil kerja kepada klien.

  • Pengujian dilakukan dengan membandingkan draf keluaran dengan laporan uji tuntas yang disusun pengacara untuk menyempurnakan rubrik penilaian dan format laporan.

Pelajaran kepemimpinan

Lichtenstein dan Glazer membagikan dua pelajaran dari pengalaman mereka menggunakan AI.

Bereksperimenlah menggunakan AI untuk segala hal. Mulai dari mencari sepatu formal hingga membuat gim untuk anak-anaknya lewat vibe coding, Lichtenstein telah menggunakan AI dalam setiap aspek kehidupannya. “Hanya dengan menggunakannya untuk begitu banyak hal, saya merasa sudah belajar banyak tentang apa yang bisa dilakukannya dengan baik dan bagaimana membuatnya bekerja lebih baik,” jelas Lichtenstein. “Bagian yang paling memuaskan bukan saat hasilnya bagus, melainkan saat Anda menemukan kesalahan dan mencoba mencari cara mengatasinya. Di situlah AI berubah dari sesuatu yang sekadar saya coba-coba menjadi alat kerja profesional yang sangat andal.”

Utamakan klien. Saat merancang alat dan alur kerja AI, Ropes & Gray menekankan pentingnya selalu mengingat tujuan utama firma. “Membayangkan begitu banyak peluang memang menggembirakan, tetapi peluang itu hanya berarti jika kita belajar memanfaatkannya dan memastikan klienlah yang diuntungkan,” ujar Glazer. “Itulah fokus kami: bagaimana kami bisa menggunakan ini untuk memberi manfaat bagi klien? Jika kami melakukannya, semuanya akan berjalan baik.”

Langkah selanjutnya

  • Saat ini, AI membantu Ropes & Gray melakukan uji tuntas hukum. Glazer meyakini bahwa pada tahap berikutnya, AI akan membantu membangun pengetahuan kolektif di dalam firma.

  • Dengan 340 partner dan 1.500 pengacara, Ropes & Gray melihat manfaat dari membuka akses ke pengetahuan setiap orang, mulai dari pertemuan dengan klien hingga proyek terdahulu, agar dapat menyelesaikan masalah klien dengan lebih baik.

  • “Ini bukan sekadar menghemat waktu. Bukan sekadar menghemat uang,” ujar Glazer. “Ini tentang menggunakan alat AI untuk langsung menciptakan nilai tambah, dan itu sungguh luar biasa.”

Bergabung dengan era baru dunia kerja

Lebih dari 1 juta bisnis di seluruh dunia mencapai hasil yang bermakna dengan OpenAI.