Langsung ke konten utama
OpenAI

8 Oktober 2026

Startup

Pollo AI wujudkan ide kreatif jadi kampanye dengan OpenAI

Dengan GPT‑5.6, GPT‑6 Astra, dan GPT‑Image‑2.5, Pollo AI membantu kreator mengubah ide berani menjadi gambar mendetail dan iklan video sinematik.

Logo Pollo.ai putih pada beludru merah anggur tua dengan lipatan diagonal.
Ukuran perusahaan: Startup
Wilayah: Asia-Pasifik & Oseania
Industri: Teknologi, Media, Hiburan & Olahraga
Produk: API
Memuat…

Pollo AI⁠(terbuka di jendela baru) didirikan dengan keyakinan bahwa siapa pun seharusnya bisa mengubah ide kreatif menjadi gambar dan video siap pakai tanpa memerlukan keahlian produksi. Meski sudah ada AI generatif, kreator dan pemasar masih bisa kesulitan menggunakan berbagai alat dan memilih model untuk mendapatkan hasil yang mereka inginkan. Sebagian bahkan mungkin meninggalkan proyek mereka karena frustrasi.

“Kami ingin menghadirkan kemudahan untuk video seperti yang Canva hadirkan untuk desain. Kami ingin membuatnya cukup mudah agar lebih banyak orang benar-benar bisa menggunakannya, bukan hanya mereka yang sudah tahu caranya,” jelas Bill Zhu, pendiri dan CEO Pollo AI. Kini, Pollo AI melayani lebih dari 26 juta pengguna yang menggunakan platform ini untuk membuat video, iklan, dan konten visual.

“Seiring meningkatnya kemampuan model OpenAI, makin banyak alur kerja yang ingin didukung Pollo kini bisa diwujudkan dalam produk. Artinya, pengguna bisa memulai dengan masukan yang lebih sederhana, menghabiskan lebih sedikit waktu untuk memahami prosesnya, dan lebih konsisten mendapatkan hasil yang lebih baik.”
—Bill Zhu, Pendiri dan CEO, Pollo AI

Terobosan pertama tim ini adalah templat video. Kini, 30% sesi kreator dimulai dari templat ini atau alur kerja berbasis format yang sedang tren. Melanjutkan kesuksesan ini, perusahaan menghadirkan produk terbarunya, Pollo Agent. Produk ini menggunakan model OpenAI, termasuk GPT‑6 Astra dan GPT‑Image‑2.5, untuk memandu seluruh alur kerja pembuatan video, termasuk petualangan pasca-apokaliptik karya pengguna Pollo AI ini.

Mewujudkan visi kreatif pengguna menjadi konten siap pakai

Pollo Agent menafsirkan ide awal dan referensi visual pengguna, lalu mengembangkan alur cerita, rangkaian adegan, dan naskah. CTO Peter Zhou mengatakan bahwa model OpenAI unggul berkat kemampuannya memahami masukan kreatif yang ambigu serta kemampuan multimodalnya. Ia menjelaskan, “GPT‑5.6 menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam hal itu.” Tim juga menyatakan bahwa mereka menghargai kestabilan API OpenAI dan keteraturan jadwal rilisnya.

Untuk menyeimbangkan kedalaman penalaran, kecepatan, dan biaya, Pollo AI menggunakan GPT‑5.6 untuk mengarahkan tugas dan GPT‑6 Astra untuk pekerjaan yang lebih menantang, seperti mengembangkan narasi atau merencanakan revisi adegan. Kombinasi model ini memungkinkan sistem menyesuaikan tingkat penalaran dengan tugas berdasarkan prompt pengguna. Pollo AI melaporkan bahwa waktu yang dihabiskan pengguna untuk memilih atau mengganti model berkurang lebih dari 50%, sehingga mereka memiliki lebih banyak waktu untuk berkreasi.

Pollo AI menguji model generatif dengan prompt dan alur kerja pengguna yang sebenarnya, serta mengevaluasi kualitas hasil, konsistensi, keragaman gaya, kecepatan, dan biaya. GPT‑Image‑2.5 dipilih untuk menangani pembuatan gambar, membantu kreator membuat poster, papan cerita, dan visual kampanye.

“Setiap kali kami menerima tugas dari pengguna untuk membuat gambar, kami selalu menggunakan GPT-Image-2.5. Model ini sangat andal dalam menangani berbagai jenis karakter dan huruf.”
—Peter Zhou, CTO, Pollo AI

Mengubah foto produk menjadi video

Pengguna utama Pollo AI adalah kreator konten. Platform ini sangat populer untuk membuat drama mikro dengan pemeran AI maupun manusia. Namun, makin banyak pemasar dan pemilik bisnis yang juga mulai menggunakan Pollo AI untuk membuat konten video dengan cepat dan mudah.

Alat Photo to Video Ads dari Pollo dalam rangkaian Marketing Studio menggunakan model OpenAI untuk mengubah gambar diam dan prompt menjadi video pendek. Alat ini dirancang untuk membantu bisnis kecil dan merek yang menjual langsung ke konsumen (DTC) membuat iklan produk untuk media sosial dalam hitungan menit, bukan hari.

Seorang pengguna Pollo AI ingin menggunakan foto produk untuk membuat iklan parfum yang terkesan mewah. Foto statis saja tidak mampu menghadirkan nuansa itu, sementara biaya produksi video profesional melampaui anggarannya.

Dengan Photo to Video Ad, pengguna tersebut mengubah gambar awalnya menjadi iklan video berdurasi sekitar 15 detik. Alat ini menghasilkan tekstur beludru, sorotan lampu bernuansa hangat, dan tampilan botol dari dekat untuk membangun suasana di sepanjang video, lalu menutupnya dengan parfum berlatar kain merah tua.

Membuat kampanye mewah dengan GPT‑Image‑2.5

Pelanggan lain, sebuah merek perhiasan, menginginkan gambar kampanye bergaya editorial yang berani, tetapi anggarannya tidak cukup untuk pemotretan studio berkonsep artistik tinggi.

Dengan Pollo Agent dan GPT‑Image‑2.5, merek tersebut berhasil mewujudkan visi kreatifnya: perhiasan berdesain mencolok yang dikenakan model yang duduk di samping citah. Alat ini membingkai adegan dengan tirai gelap dan pencahayaan hangat, serta memastikan produk perhiasan merek tersebut terlihat jelas.

Pelanggan mendapatkan visual kampanye mewah yang siap digunakan, dengan upaya, waktu, dan biaya produksi yang lebih rendah dibandingkan pemotretan langsung.

Kampanye perhiasan yang menampilkan model di samping citah, dibingkai tirai gelap dan pencahayaan hangat.

Mengubah foto produk menjadi dunia penuh keajaiban

Pollo AI juga memudahkan pelanggan untuk memulai dari foto produk, lalu memanfaatkan model OpenAI untuk mengubahnya menjadi gambar yang jauh lebih kreatif. Misalnya, sebuah merek minuman ingin soda persiknya tampil ceria dan imajinatif dalam kampanye iklan, tetapi foto produk studio biasa tidak mampu mewujudkan apa yang dibayangkan tim.

Dengan Pollo Agent dan GPT‑Image‑2.5, yang menghadirkan detail lebih tajam dan proses pembuatan lebih cepat dalam alur kerja kreatif, tim mengubah gambar botol sederhana menjadi lanskap miniatur bersalju, lengkap dengan kereta api, kadal, dan tetesan berkilauan. Gambar yang dihasilkan menghadirkan suasana ceria yang dapat digunakan merek tersebut dalam kampanyenya.

Botol soda persik yang diubah menjadi lanskap miniatur bersalju dengan kereta api, kadal, dan tetesan berkilauan.

Langkah selanjutnya untuk video AI

Pollo ingin video AI menjadi bagian dari pembuatan konten sehari-hari dalam 12 bulan ke depan. Bagi Zhu, hal itu bergantung pada kemudahan mengubah ide menjadi materi yang siap diunggah, diuji, atau digunakan dalam kampanye. Pollo AI dapat mewujudkannya berkat peningkatan berkelanjutan pada model OpenAI dan kemampuan pembuatan gambar.

“Menurut kami, pergeseran menuju AI dalam pembuatan konten akan menguntungkan produk yang sejak awal memudahkan proses kreasi dilakukan berulang kali secara konsisten, dengan format yang lebih baik, lebih sedikit coba-coba, dan alur kerja yang lebih sederhana untuk menggunakan model,” ujarnya.