Langsung ke konten utama
OpenAI

17 Agustus 2026

Urusan Global

Gagasan kebijakan baru untuk Era Kecerdasan

Mendanai proyek independen untuk mendorong peluang ekonomi dan ketahanan seiring kemajuan AI.

Memuat…

OpenAI memberikan hibah kepada 14 proyek yang dipimpin organisasi independen untuk mendorong peluang ekonomi dan ketahanan masyarakat seiring kemajuan AI. Hibah ini menindaklanjuti komitmen yang kami buat saat menerbitkan Kebijakan Industri untuk Era Kecerdasan pada April 2026: mendukung pihak lain dalam menguji, menantang, dan mengembangkan gagasan yang kami ajukan agar AI canggih bermanfaat bagi semua orang.

AI dengan cepat menjadi makin canggih dan berpotensi mengubah cara orang belajar, berkarya, serta berpartisipasi dalam perekonomian. Jangkauannya juga terus meluas: ChatGPT digunakan oleh 1 miliar orang di seluruh dunia dari berbagai wilayah, tingkat pendapatan, dan kelompok demografis. Pengguna mencakup semua kelompok usia utama; jumlah pengguna dewasa kami, baik yang berusia di bawah maupun di atas 30 tahun, lebih banyak daripada laboratorium AI terdepan lainnya.

Namun, akses luas terhadap teknologi hanyalah salah satu bagian dari persoalan. Apakah AI pada akhirnya akan melayani banyak orang, bukan hanya segelintir pihak, juga bergantung pada keputusan masyarakat tentang cara menerapkannya dan membagikan manfaatnya. Agar manfaat Era Kecerdasan dapat dinikmati secara luas, respons kebijakan harus sama ambisiusnya dengan perubahan teknologi itu sendiri—dan ini berarti menyerukan pendekatan baru, bukan sekadar menyesuaikan kebijakan yang ada.

Keputusan tersebut tidak seharusnya dibuat oleh perusahaan teknologi saja. Dalam masyarakat demokratis, keputusan itu harus dibentuk melalui lembaga demokratis dan perdebatan publik. Organisasi riset dan kebijakan independen memegang peran yang sangat penting: mereka dapat mengembangkan dan menguji pendekatan baru, mempertanyakan asumsi—termasuk asumsi kami—serta menjadi laboratorium gagasan yang dapat disesuaikan pemerintah dengan komunitas dan keadaan masing-masing.

Melalui hibah baru ini, peneliti dan praktisi akan mengubah gagasan tingkat tinggi menjadi pekerjaan konkret, dengan mengkaji apa yang mungkin berhasil, berapa biayanya, dan bagaimana berbagai pendekatan dapat diterapkan secara bertanggung jawab. Lebih dari 400 individu dan organisasi menanggapi undangan pengajuan proposal kami. Para pemohon mengidentifikasi suatu gagasan dan mengusulkan proyek yang dapat memberikan kontribusi bermakna terhadap pemahaman publik dan pengembangan kebijakan. OpenAI akan menyediakan total pendanaan sebesar $1 juta dan kredit API hingga $1 juta untuk proyek-proyek terpilih.

Proyek-proyek ini mencakup Amerika Serikat, Uni Eropa, Brasil, Singapura, dan Korea Selatan serta membahas dua pertanyaan besar: bagaimana AI dapat memperluas peluang ekonomi dan bagaimana masyarakat dapat membangun ketahanan seiring meningkatnya kemampuan AI. Sebagian proyek akan menghasilkan riset dan model kebijakan, sementara yang lain akan membangun prototipe, set data, dan kerangka yang dapat diuji dalam praktik. Ringkasan proyek-proyek terpilih disajikan di bawah ini.

Membangun perekonomian yang lebih terbuka

American Enterprise Institute: Komisi Bipartisan AEI-Urban untuk Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Tenaga Kerja Amerika. Komisi bipartisan AEI-Urban akan mengembangkan skenario disrupsi rendah, sedang, dan tinggi untuk dampak AI terhadap lapangan kerja dan keterampilan, lalu menghubungkan indikator disrupsi yang dapat diamati dengan pedoman tindakan kebijakan.

Centre for European Policy Studies—Berbagi Dividen AI. CEPS akan mengkaji bagaimana peningkatan produktivitas berkat AI didistribusikan kepada pekerja, perusahaan, sektor, wilayah, dan negara di Eropa, dengan membandingkan Uni Eropa terhadap Amerika Serikat. Berdasarkan sintesis bukti empiris yang ada, proyek ini akan mengembangkan prinsip kebijakan inovatif untuk model investasi sosial Eropa yang diperbarui dan jaring pengaman adaptif, guna memastikan kemakmuran berkat AI dapat dinikmati secara luas. Proyek ini akan menghasilkan kajian kebijakan, visualisasi, dan lokakarya validasi bersama pemangku kepentingan.

European Centre for International Political Economy: Dari Tenaga Kerja Menuju Kepemilikan Produktif. ECIPE akan mengkaji bagaimana akses yang lebih luas terhadap AI dan kepemilikan aset produktif dapat membantu masyarakat berpartisipasi secara ekonomi seiring makin canggihnya teknologi. Proyek ini akan mengembangkan kerangka praktis untuk “Hak atas AI” dan membandingkan berbagai model, termasuk kepemilikan oleh karyawan, investasi warga, kepemilikan berbasis pensiun, dana kekayaan sosial, dan partisipasi dalam kekayaan intelektual. Proyek ini akan menghasilkan laporan final, ulasan singkat, dan webinar publik.

Abundance Institute: Kelimpahan Energi di Setiap Negara Bagian. Abundance Institute akan membandingkan cara negara-negara bagian AS dapat meningkatkan pembangkitan dan transmisi energi untuk memenuhi permintaan pusat data sekaligus menghasilkan manfaat lokal yang terukur. Organisasi ini akan mengembangkan kerangka kebijakan negara bagian, analisis historis, dan lapisan kebijakan publik untuk Data Center Atlas.

Progressive Policy Institute: Tunjangan Berbasis Individu di Era Informasi. PPI akan merancang sistem tunjangan berbasis individu yang mencakup pensiun, kesehatan, cuti, pendidikan, pelatihan, dan disabilitas untuk berbagai bentuk pekerjaan. PPI akan membuat prototipe “asuransi mata pencaharian” yang dipicu oleh perubahan luas dalam suatu bidang pekerjaan, lalu mengidentifikasi perubahan legislatif dan teknis yang diperlukan untuk menerapkan model tersebut.

Tax Foundation: Kebijakan Pajak di Era AI. Tax Foundation akan menganalisis bagaimana adopsi AI dapat mengubah keseimbangan antara pendapatan tenaga kerja, laba perusahaan, keuntungan modal, dan sumber penerimaan publik lainnya. Makalah putih final beserta analisis kuantitatif pendukung akan menilai berbagai opsi perpajakan berdasarkan netralitas, kesederhanaan, transparansi, stabilitas, dan efisiensi ekonomi, dengan mempertimbangkan secara khusus inovasi, adopsi, persaingan, daya saing, dan ketahanan fiskal.

Windfall Trust: Kelompok kerja nasional untuk kebijakan ekonomi AI. Windfall Trust akan memperluas jaringan kelompok kerja di Amerika Serikat, Britania Raya, Kanada, Uni Eropa, dan Amerika Latin untuk mengkaji persoalan fiskal, pasar tenaga kerja, kesejahteraan, dan daya saing dalam berbagai skenario AI. Organisasi ini juga akan membentuk Kelompok Kerja Internasional yang sepenuhnya berfokus pada kesiapan dan koordinasi ekonomi internasional. Kelompok kerja tersebut akan mempertemukan ekonom, pakar kebijakan, lembaga survei, dan mitra regional. Windfall Trust juga akan menerbitkan rangkuman publik mengenai temuan utama kelompok-kelompok tersebut.

Instituto de Matemática Pura e Aplicada: Membangun Riset yang Tangguh di Era Kecerdasan. IMPA akan mempelajari kebutuhan lembaga riset untuk mengubah akses AI menjadi kemajuan ilmiah yang nyata, termasuk dukungan teknis, pelatihan, tata kelola, komputasi, dan infrastruktur lokal. Bersama para matematikawan di Brasil, IMPA akan mengembangkan kerangka pengukuran dan biaya yang dapat diterapkan di tempat lain, panduan praktis untuk penggunaan AI yang tepercaya dalam matematika, serta laporan publik yang mengevaluasi Hak atas AI dan penemuan ilmiah terdistribusi.

Hospital das Clínicas da Faculdade de Medicina da Universidade de São Paulo: Infrastruktur Klinis Berbasis AI yang Mengutamakan Manusia untuk Rumah Sakit Umum. HCFMUSP akan melakukan evaluasi terkendali sebelum penerapan terhadap prototipe infrastruktur informasi klinis berbasis AI yang dirancang untuk menata informasi klinis dalam Sistem Kesehatan Terpadu Brasil, SUS. Dengan hanya menggunakan data sintetis atau data yang telah dihilangkan identitasnya secara semestinya, proyek ini akan menilai apakah AI klinis yang mengutamakan manusia dapat mengurangi peninjauan rekam medis yang terfragmentasi, meningkatkan alur kerja tenaga klinis, mendukung perawatan berbasis bukti dan proses stratifikasi risiko, serta membantu pasien mengakses layanan kesehatan, mengelola alur perpanjangan resep, dan mengenali gejala peringatan yang perlu diteruskan untuk ditinjau tenaga klinis, dengan tetap mempertahankan pertimbangan dokter dan pengawasan manusia.

Membangun masyarakat yang lebih tangguh

Institute for Security and Technology: Kerangka Operasional untuk RSI yang Tidak Terkendali—Pengukuran, Koordinasi, dan Respons. IST akan membangun kerangka pengukuran dan koordinasi untuk sistem AI yang mampu meningkatkan kemampuannya sendiri secara rekursif (RSI). Proyek ini mengembangkan definisi yang berlandaskan aspek teknis, indikator modifikasi diri tak terkendali yang dapat diamati, taksonomi insiden untuk komunikasi antarlaboratorium, dan kriteria eskalasi yang memetakan sinyal teknis ke keputusan respons terkoordinasi. Hasilnya mencakup skema klasifikasi insiden, jalur eskalasi untuk koordinasi industri-pemerintah, dan ringkasan eksekutif untuk publik.

Nuclear Threat Initiative: Merancang Pertukaran Informasi Lintas Batas untuk Risiko AIxBio. NTI | bio akan menguji kelayakan hukum pertukaran internasional yang aman mengenai kemampuan, risiko, dan mitigasi AI. NTI | bio kemudian akan merancang arsitektur dasar pertukaran informasi guna meningkatkan keselamatan dan keamanan AIxBio internasional.

Council on Strategic Risks: Lebih Aman Bersama Manusia—Modul Keselamatan AI Terdepan dan Program Pendalaman di Laboratorium bagi Profesional Keamanan Nasional. Converging Risks Lab milik CSR akan mengkaji cara para profesional keamanan nasional dapat membangun kapasitas kelembagaan dalam keselamatan dan tata kelola AI terdepan. Melalui pelatihan fellowship dan keterlibatan dengan laboratorium AI terdepan serta peneliti keselamatan, proyek ini akan menghasilkan analisis untuk publik mengenai pengawasan dan upaya mempertahankan kendali manusia yang bermakna seiring meningkatnya kemampuan AI.

Nanyang Technological University: Agen LLM yang Menjaga Privasi untuk Simulasi Kebijakan Pemerintah yang Dapat Diaudit. NTU akan mengembangkan dan mengevaluasi kerangka agen AI yang mengubah data transaksi keuangan tingkat individu menjadi profil perilaku yang menjaga privasi, guna menyimulasikan respons rumah tangga terhadap bantuan pemerintah dan kebijakan industri sebelum diterapkan. Simulasi tersebut akan divalidasi berdasarkan respons yang diamati terhadap kebijakan sebelumnya dan tolok ukur statistik yang telah mapan. Proyek ini akan menghasilkan prototipe, skema profil yang menjaga privasi, laporan yang dapat diaudit dan menjelaskan dasar setiap prediksi serta bagaimana perubahan rancangan kebijakan diperkirakan akan memengaruhinya, dan pagar pengaman untuk penggunaan yang bertanggung jawab oleh pemerintah.

Yonsei University: Akuntabilitas demokratis berbasis AI. Yonsei University akan menguji apakah metode AI yang transparan dan divalidasi manusia dapat membantu menilai kualitas pengawasan di Majelis Nasional Korea Selatan. Tahap awal akan menghasilkan laporan analitis, set data percontohan, dan buku kode yang mengkaji penggunaan bukti, polarisasi, serta kualitas pengawasan legislatif.

Langkah selanjutnya

Proyek-proyek ini akan berlangsung selama enam bulan, dengan hasil yang dilaporkan pada 2027.

Dalam Kebijakan Industri untuk Era Kecerdasan, kami berpendapat bahwa pemerintah harus siap menggunakan seluruh perangkat kebijakan—mulai dari pendanaan riset dan pengembangan tenaga kerja hingga instrumen pembentuk pasar dan regulasi yang terarah—untuk membantu masyarakat melewati transisi teknologi sebesar ini. Namun, tidak ada satu pun perusahaan atau pemerintah yang memiliki semua jawabannya.

Tujuan hibah ini adalah memperluas lingkaran pihak yang mengembangkan jawaban tersebut: mendukung lembaga independen di seluruh dunia saat mereka menguji gagasan baru, membangun bukti, dan membantu masyarakat demokratis menentukan bagaimana AI dapat memperluas peluang serta memperkuat ketahanan. Proyek-proyek ini adalah langkah awal, dan kami berharap hasilnya akan memperkaya perdebatan publik yang jauh lebih luas mengenai kebijakan yang dibutuhkan Era Kecerdasan.

Penulis

OpenAI