Harvey ubah konteks hukum jadi draf lebih baik dengan GPT‑6 Astra
GPT‑6 Astra menghasilkan dokumen hukum yang lebih terstruktur dan sesuai konteks, sehingga pengacara bisa lebih fokus pada strategi.
Harvey membantu firma hukum dan tim hukum internal menerapkan AI secara aman dalam berbagai alur kerja hukum yang kompleks, dari litigasi hingga merger. Para pelanggannya menggunakan Harvey untuk mengolah informasi dalam jumlah besar menjadi dokumen hukum yang kompleks. Dengan GPT‑6 Astra, Harvey dapat memasukkan lebih banyak konteks ke dalam proses penyusunan draf dan menghasilkan lebih banyak output terstruktur.
“Kami bisa memberi model lebih banyak konteks dan menghasilkan output terstruktur yang makin baik.”
Harvey menggunakan GPT‑6 Astra untuk membantu pengacara menganalisis, memadukan, dan menyusun draf berdasarkan informasi yang relevan dengan suatu perkara, termasuk informasi pengadilan, dokumen firma hukum, riset yurisprudensi, serta sumber konteks hukum lainnya.
Dibandingkan dengan model lain, Harvey melihat peningkatan signifikan dalam pemformatan dokumen dan pemahaman konteks saat menggunakan GPT‑6 Astra. Hal ini membantu pelanggan memperoleh dokumen yang lebih lengkap dan lebih sesuai dengan materi yang mendasarinya.
Panel memori Harvey memasukkan preferensi individu langsung ke dalam alur kerja penyusunan draf. Pengacara dapat menetapkan preferensi seperti menggunakan daftar bernomor, mengutamakan EDGAR sebagai sumber, atau memberi kode warna pada isu berdasarkan prioritas.
Preferensi tersebut ditampilkan berdampingan dengan materi sumber dan draf memorandum, sehingga pengacara dapat lebih mudah mengarahkan hasilnya. Karena GPT‑6 Astra dapat memproses lebih banyak konteks, Harvey dapat menghasilkan dokumen hukum berkualitas lebih tinggi, sementara pelanggan bisa mencurahkan lebih banyak waktu untuk strategi.


